Lima A degan Efriansyah I Sebuah Cafe di Balikpapan Baru Pada bangku bangku berkerumun para D ara Pada plafon berbaris lampu - lampu Lalu kau tampak berpijar menyerupa lampu Menyilaukan, menyelinap, me m asuki pikiranku II Dari R esepsi menuju B ioskop Anggun nian kau hari ini, serupa teduh Hai silauku lima puluh hari yang lalu Aku rindu meski enggan menatapmu Dalam keramaian para D ara berkebaya, ingin aku menggandengmu, bersilang siku bagai raja dan ratu Walau sebenarnya aku hanya termangu menatapmu *** Film dimulai, lampu B ioskop dimatikan Aku menatapmu, kau berpijar lagi Aku lebih memilih silau ketimbang layar Aku melewatkan film tapi tidak melewatkanmu III Angkringan Kita berhadapan - malu - bergantian menatap Kau menaruh siku diatas meja, aku juga supaya seirama Kita tak banyak bicara, tapi aku merasa mesra Aku menghafal aroma dan rautmu Lalu keduanya memikatku IV Lamin Etam memang indah tapi kau t...