Langsung ke konten utama

Postingan

Bertamu

Aku bertamu pada yang belum berdamai atau bahkan belum selesai.  Hening, tuan rumah enggan berdialog perihal ruangnya yg berantakan. Lalu aku menutup pintu dari luar
Postingan terbaru

Efriansyah

MENGAPA SAYA TIDAK SUKA TERBURU-BURU ? Belajar dari beberapa yang pernah singgah, saya menyadari bahwa sebenarnya orang lain tidak sepenuhnya bersalah atas sakit hati yang kita tuduhkan terhadapnya.  Terkdang kita terbuai, lantas membesarkan ekspektasi. Hanya karena ia memuji, perhatian, peduli, dan berkata sayang.  Padahal bisa saja dia bersikap demikian pula kepada orang lain, atau dia hanya sedang mengagumi, bahkan bisa jadi saat itu dia sedang kesepian, dan engkau hanyalah opsi. Untuk meminimalisir rasa kecewa yang berujung sakit hati, kita perlu mengenal lebih dekat satu sama lain. Tidak secara instan menaruh hati, tidak pula memberi harap berlebihan.  Nikmati proses, bukankah proses adalah bagian termanis sebuah perjalanan, bahkan selalu menarik untuk diceritakan berulang kali. Seorang yang tidak terburu-buru terkadang memang terlihat membosankan. Satu yang harus engkau ketahui, sesungguhnya ia sedang menjaga perasaannya pula melindungi perasaanmu. Bukan egois.

Tugu Khatulistiwa

Tugu Equator Santan Ulu merupakan sebuah tugu penanda garis Imajiner Khatulistiwa yang berlokasi di Kabupaten Kutai Kartanegara Pada menara bangunan terdapat dua cincin yang membentuk bola dunia, di tengahnya terdapat arah mata angin dan posisi lokasi berdasar garis bumi, 00′ 00’ 00′ dan 117' 21’ 47′ BT. Disini juga digambarkan peta bumi dengan garis katulistiwa berwarna merah. Garis merah dibuat membelah peta tersebut untuk mempertegas garis tengah bumi. Di bawah tugu terdapat beberapa tanda yang menunjukkan jarak ke kota-kota besar yang ada di dunia seperti jarak dari tugu ini ke Jakarta, Singapura, bahkan jarak ke Washington tertulis disini. Di desa Santan Ulu ini kita dapat menikmati fenomena hari tanpa bayangan. Secara Ilmiah hari tanpa bayangan terjadi ketika matahari berada di titik Zenith sebuah tempat atau biasa di sebut titik kulminasi. Fenomena tersebut memang tak pengaruh apa-apa, akan tetapi di Indonesia hanya terjadi di beberapa tempat yang dilalui garis khat...

Desa Budaya Pampang

Desa Budaya Pampang ‌ Rute menuju Desa Budaya Pampang   Dari kota Samarinda waktu yang di tempuh untuk tiba di Desa budaya Pampang sekitar 45 Menit , rutenya tidak terlalu rumit, hanya saja karena jalurnya merupakan jalan lintas Samarinda—Bontang, lantas perlu be r hati - hati karena sepanjang jalan kita akan berpapasan dengan iring-iringan mobil bermuatan berat seperti mobil tangki dan truk logistik, selain itu terdapat pula banyak tanjakan dan tikungan . Setelah menempuh perjalanan sekitar 3 5 menit dari Kota S amarinda, disisi kiri jalan kita akan me n jumpai gapura yang merupakan gerbang pintu masuk ke Desa budaya Pampang. Perjalanan belum tuntas , kita harus menempuh jarak sekitar 5 km lagi untuk benar-benar tiba di Desa b udaya Pampang . Kali ini r utenya sedikit berbeda, j alannya terbuat dari cor beton . S ekitar dua kilo meter pertama, sepanjang perjalanan kita hanya akan menjumpai hutan pada sisi kiri dan kanan jalan, kemudian kita akan memasuki...

Suasana

LATAR SUASANA Suara orang berbincang saling berundak—serupa pasar malam di pedesaan, tawa saling bersilang, membuat yang mendengarnya ikut tertawa. Asap rokok mengepul diberbagai sudut. Para perokok enggan duduk di bangku bagian tengah, canggung, mengurangi kekhusukan menghisap tembakau, katanya. Lalu, meja barisan tengah dihuni oleh para gadis muda, pria bukan perokok, dan pasangan muda. Mereka lebih ramai dari kepulan asap rokok, bermain catur, kartu, atau sekedar menyusun balok plastik yang dinamai Uno. Teriak hebo dan tawanya memecah kepulan asap rokok, para perokok tidak terusik, mereka abai, tetap santai dengan obrolan kritisnya. Lalu, disisi lain pada bangku baris belakang, Bahar—seorang pria yang tak pernah menjatuhkan hatinya ke perempuan manapun setelah patah hati terdalamnya tujuh tahun yang lalu, sekarang ia menjadi seorang pekerja keras, jauh dari pemikiran hal-hal yang berkaitan dengan percintaan. Berbeda dengan orang pada umumnya, yang datang ke cafĂ© ini ...